Senin, 16 Juli 2012

perkembangan ilmu pemerintahan


PERKEMBANGAN ILMU PEMERINTAHAN


JF Rummel “How To Think.”
Epistimologi--àtahapan ilmiah:-à sangat berkaitan dengan metodologi.
Menjawab How to Think tadi, maka :
1.        The reelth need---àtujuan adil dan makmur.
2.        The problem--àmemecahkan masalah.
3.        The potensi.
4.        Conclude belief.
5.        Conclouding date belief.
6.        Recomanded.
“Jika berbagai teori tidak mampu memecahkan masalah, maka menjadi ANOMALI.”
Tujuan dari metodologi penelitian:
a.        Mencari rumusan pemecahan masalah baru.
b.        Menguji atau memverifikasi teori.
c.        Mengembangkan.
Ontologis--àobjek--àmaterial dan formal ---à hubungan antara perintah dengan yang diperintah dari sudut layanan civil dan jasa publik.
Untuk mengarah ke layanan civil dan jasa publik, maka tata pemerintahan harus berjalan.
Layanan civil---à suatu hak yang harus diberikan oleh negara kepada warganya.
Jasa publik--àmemenuhi kebutuhan pasar yang harus dipenuhi oleh negara kepada publik/warga.
Tujuan negara---àmengangkan nilai manusia, karena manusia yang memecahkan masalah. Kemudian manusia diciptakan untuk berprofesi-----àdengan tujuan memproduksi.
Akseologi ----àmenurut Max Webber--àtata kebijakan dipengaruhi oleh para pemimpin non formal ----à Namun kenyataannya, pemimpin non formal tidak berpengaruh besar.
Korelasi UUD dengan kebijakan:
è Nilai dasar (UUD dan Pancasila).
è Nilai instrumen (UU)
è Nilai Praksis (gabungan nilai dasar dan instrumen).
Awalnya nilai yang resistensi dengan kepentingan politik ada pada nilai instrumen dan praksis. Pada perkembangannya, sekarang resistensi juga masuk ke dalam nilai dasar. Jika demikian maka Indonesia merupakan “NEGARA ANOMALI” yang berpatron pada filosofi HEDONISTIS.
Menurut Prof George R Terry: yang terpenting itu nilai dasar----àuntuk mempertahankannya diperlukan LOYALITAS dan KEKUATAN PRIBADI (KREATIF).
Jadi ada unsur:
Ô  Science of belonging.
Ô  Science of responsibility.
Ô  Science of Control.
Ô  Science of Enjoyed (ada yang menyebutkan jika di Indonesia --àmenjadi Science of Indonesia).
Ô  Science of Partisipatory.
Ilmu Politik:
®  Praktik.
®  Etis normatif---àpenekanannya bagaimana hak-hak dan kewajiban warga negara.
Pola demokrasi bebas--àbangladesh, India (stagnan).
Pola demokrasi dibatasi ---àSingapura, Malaysia dan Korea Selatan---àmengedepankan stabilitas keamanan--àekonomi.
Segala sesuatu tidak ada yang objektif/netral.
Teori wacana--àberbasis realitas, disiplin.
Teori wacana banyak dipengaruhi kemampuan individu, sistem, sponsor dan kepentingan. Akibatnya TIDAK ADA KENEGERAWANAN.
Ilmu Pemerintahan--à lama adalah:
® Ilmu untuk para pejabat (di lingkungan Depdagri/Pamong Praja).
® Bersifat normatif--à perilaku terbentuk--àakrab dengan hukum positif.
® Bagian integral---à dari segi teleologis dan behavior. Dari segi pendekatan-pendekatan---àstatis (dimulai dari negara)--àilmu pemerintahan--àaplikatory (konstruksi demand sangat bergantung pada ilmu politik).
State of the Art Ilmu Pemerintahan Indonesia (profil, sosok, perkembangan paradigma) disiplin yang bersangkutan pada suatu saat.
1.        Paradigma I --àilmunya pamong praja.
2.        Paradigma II--àbawahan ilmu politik.
3.        Paradigma III-àakrab dengan administrasi negara (dikombinasikan dengan pemerintahan Indonesia).
4.        Paradigma IV --àtiruan militer.
5.        Paradigma V --à1993-1994 lingkungan Badan Diklat Depdagri membentuk--àPusat Pembinaan Manajemen Pemerintahan yang ruang lingkupnya: asas dan sistem manajemen, hukum tata pemerintahan, ekologi pemerintahan, praktik penyelenggaraan pemerintahan, kepemimpinan pemerintahan, dan reformasi pemerintahan daerah.
6.        Paradigma VI-àpada babak akhir Soeharto--àmasa pancaroba (peralihan musim): makna bangsa, rakyat, kedaulatan menjadi wacana/pertanyaan orang--àsebab kedaulatan diperlukan sebagai “simbol” dari pada “program.” Mewujudkan rasa syukur atas kemerdekaan dengan mengukuhkan akar kerakyatan RI. Kemudian pada 3 Mei 1993 ---àBill Clinton menginstruksikan tentang program efisiensi nasional-àmenemukan siapa sebenarnya rakyat (sovereign), subjek, citizen--àsistem nilai customers--àconsumers (produk pemerintahan). Penemuan diikuti dengan pembaruan REGO (David Osborne & Tedd Gaebler). Alasan ditetapkannya di AS, karena telah memantapkan akar kerakyatan.
BAGAIMANA DENGAN INDONESIA?
1966/1967 (rezim orde baru) ---àIndonesia diselamatkan oleh sang Bapak----àPemilik (karena jasa-jasa yang luar biasa)--àyang di Re Invent----à siapa yang setia kepada pemerintahan---à rakyat sekadar bayar pajak, korban, dan mangsa. Sehingga kedaulatan rakyat tidak berjalan. Ketika itu, kedudukan rakyat menjadi tinggi hanya pada saat pelaksanaan PEMILU.
1990 --àterjadi peristiwa akademik langsung di sekitar Ilmu Pemerintahan di Indonesia;
§  Ada usaha membebaskan dari ilmu politik.
§  Posisi dari bawahan ilmu politik menjadi yang berinterface dengan ilmu lain.
§  Semakin jelas “bahan dan konstruksi bangunan ilmu pemerintahan.
§  Derajat ke S1---S2---S3.
§  Perubahan pembelajaran dan penggunaan ilmu pemerintahan dari ilmunya PNS menjadi ilmunya setiap orang, sebagai alat untuk menumbuhkan hubungan pemerintahan yang dinamik, berorientasi pembaruan antara yang diperintah dengan pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan akan jasa publik dan layanan civil.
§  Metodelogo kualitatif diterapkan.
§  Penggunaan IT dalam ilmu pengetahuan.
§  Aliran reinventing goverment, memengaruhi pemikiran, kebijakan, program dan pelatihan di Indonesia.
§  Pemerintah back to basic dari “titah” ke “kemudi” dari “beringin” ke “bahari.”-à steering raterthan rowing (lebih baik mengemudi daripada mendayung).
Ilmu Pemerintahan Baru (Back to Basic):
1.        Sejak LP Van de Speigel: menyampaikan bahwa Regeerskunde-àilmu pengetahuan yang bertujuan memimpin hidup bersama manusia ke arah kebahagiaan yang sebesar-besarnya tanpa merugikan orang lain secara tidak sah. Pada 1928 tidak memiliki derajat S3.
2.        Ilmu yang bertolak dari “manusia dalam segala seginya.”--àkonsumen harus mendapat daya jangkau.

Allah
Mencipta
Mahluk
Manusia---beralam (bumi)
               Mahluk
HAMàmanusia
               Penduduk--àbermasyarakat
                                      Mahluk
                                      Manusia
                                      Penduduk
                                      MASYARAKAT-----àBERBANGSA
                                                                           Mahluk
                                                                           Manusia
                                                                           Penduduk
                                                                           Bangsa--------àbernegara
                                                                                                     Mahluk
                                                                                                     Manusia
                                                                                                     Penduduk
                                                                                                     Masyarakat
                                                                                                     Warga bangsa
                                                                                                     Negara------àBERPEMERINTAHAN
                                                                                                                                       Mahluk
                                                                                                                                       Manusia
                                                                                                                                       Penduduk
                                                                                                                                       Masyarakat
                                                                                                                                       Warga bangsa
                                                                                                                                       Warga negara


WARGA DIPERINGAH (peran)
Pelanggan                               Hubungan
Konsumer  ß------------------------------- pemerintah ------------------------------àpemerintah
Korban                                                                                                             peran
Mangsa                                                 (hubungan antar-peran)


Kybernologi
Titah--àperintah---àpemerintah---àpemerintahan---àilmu pemerintahan
                                                                                                (birokrasi publik)
                                    Kepemerintahan
                                    Benturan-àbestuurakunde bestuursweeten schap
                                    Govern-àgovernance-àscience of goverment
                                    Kybern-àkybernan-àkybernologi.
Ilmu Pemerintahan bagi setiap orang:
-            SKE harus mempelajari SKS dan SKK dan sebaliknya.
-            Berpendekaan dasar kualitatif (penilai harus wasit, jangan wasit jadi pemain).
-            Elektik (relevan) ilmu yang tidak bebas nilai--àmisal di pemerintahan (orientasi: kesehatan merupakan hak civil).
-            Berinteface dengan ilmu lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar